The Science of Dating

Salah satu keunggulan manusia dibanding hewan primata adalah manusia dapat berkomunikasi dengan baik. Manusia mengembangkan bahasa sebagai ilmu yang paling muda sebagai medium. Implikasinya, hubungan antar manusia dewasa ini bisa jauh lebih kompleks dari fisika quantum, terutama kaitannya dengan cinta. Tulisan ini mencoba membahas rahasia di balik tentang kompleks nya hubungan asmara sepasang manusia, mengapa wanita menikahi pria yang jelek, dan bagaimana sebuah cinta ternyata bisa disintetiskan.

Love and Everything

Tulisan ini tidak akan mencoba untuk mengurai definisi dari cinta yang notabene menghasilkan 4,360,000,000 hasil pencarian di Google. Meski topik ini merupakan salah satu topic paling populer di dunia, yang menjelma mulai dari roh dari setiap lirik lagu, obrolan anak-anak SMA, belaian hangat seorang ibu, atau alasan dibalik seorang kuli dalam mengerjakan aktivitasnya. Penelitian di bidang ini, terutama kaitannya dengan hubungan antar manusia seringkali hanya dikaitkan dengan ilmu psikologi konvensional. Namun siapa sangka, perkembangan ilmu neurobiologi dan munculnya alat secanggih MRI perlahan mulai memberikan manusia clue bahwa ada banyak fenomena absurd di dalam hubungan yang bisa dijelaskan secara scientific.

Mengapa Wanita Menikahi Pria Yang Jelek

Di samping bahwa konsep jelek atau gantengnya seseorang sangatlah subjektif, tapi nyatanya generalisasi ini cukup populer di masyarakat. Tak jarang memang kita melihat seorang wanita yang cukup arguably cantik, malah menggandeng pasangan yang biasa saja. Orang skeptis bisa saja bilang kalo permasalahan ini sudah tidak relevan jika kita membandingkan penampilan seseorang semata.

Namun, apa yang sebenarnya terjadi disini adalah perbedaan preferensi dan interpretasi tentang lawan jenis bagi pria dan wanita. Menurut penelitan yang dilakukan Sam Yagan dari OKCupid dengan menganalisa pesan yang dikirimkan penggunanya, terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara penilaian wanita terhadap pria dan sebaliknya. Pria menilai wanita lebih fair, hal ini ditunjukkan dengan grafik penilaian yang mendekati normal. Dengan kata lain, meski pertumbuhan operasi plastik di Korea sana, pria pada dasarnya tetap menganggap proporsi wanita cantik itu secara wajar.

Male-Messaging-Curve

Akan tetapi, penilaian objektif tersebut ternyata berlanjut karena preferensi pria terhadap wanita tetap kepada mereka yang berada di percentile atas. Hal ini tentunya membuat implikasi bahwa rata-rata pria, meski menilai proporsi wanita secara wajar, tetap memilih wanita cantik sebagai pasangan.

Female-Messaging-Curve

Sementara itu, wanita menilai pria justru di bawah rata-rata. Wanita menganggap, pria yang menarik itu sangan amat jarang. Meskipun demikian, grafik preferensi wanita masih cukup fair, yakni mendekati persentil bawah, yang artinya wanita tidak terlalu ambil pusing terhadap penampilan seseorang. Besar kemungkinan elemen lainnya seperti kecerdasan atau tingkat humor seorang pria jauh lebih dominan di sini. Good news guys!

Can You Hack Love?

Oke, anggap saja kalian sekarang jomblo dan di luar permasalahan preferensi di atas, kalian amat sangat desperate untuk mencari pasangan. Tenang saja, permasalahan itu bisa diatasi. Perkembangan ilmu biologi memang turut andil dalam membantu kualitas hubungan sosial manusia. Seperti yang kita ketahui, bahwa hormon oksitosin merupakan hormon yang sering dikenal dengan hormon jatuh cinta. Banyak penelitian menunjukkan bahwa ketika manusia sedang jatuh cinta, hormon ini dilepaskan oleh otak. Maka dari itu, dengan menambahkan hormon ini ke dalam tubuh kita, secara tidak langsung kita bisa membuat stimulus kepada otak seakan kita sedang jatuh cinta. Satu vial hormon oksitosin kini mulai dijual bebas dengan harga $60. Bukan sesuatu yang buruk untuk kalian yang ingin merasakan jatuh cinta. At least, gunakan bantuan hormon ini pada saat kencan pertama kalian seperti yang dilakukan oleh orang ini. Sepertinya dia sukses dalam mengelabui otaknya. Lebih dari itu, hormon ini tidak hanya membantu kalian dalam kencan pertama namun juga tenyata mampu membuat pria untuk lebih setia.

Epilog

Perkembangan ilmu pengetahuan untuk membantu manusia di dalam hubungannya memang unik. Di beberapa puluh tahun yang akan datang, kita bisa jadi melihat seseorang bisa dibuat jatuh cinta hanya dengan beberapa cairan kimia saja, ya semacam love potion. Namun, tentunya kalian tidak perlu menghabiskan $60 setiap kali kencan dengan pasangan, hormon oksitosin secara natural dapat distimulus dengan berpegangan tangan misalnya.

Well, good luck guys.

[1]. http://blog.okcupid.com/index.php/your-looks-and-online-dating/

[2]. http://www.theatlantic.com/health/archive/2012/11/study-oxytocin-the-love-hormone-makes-men-in-relationships-want-to-stay-away-from-other-women/265314/

[3]. http://www.oxytocinfactor.com/

[4]. http://www.popsci.com/science/article/2013-04/can-oxytocin-get-me-boyfriend

Published by

Rama Renspandy

Professional procrastinator.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.