Mencari Sekolah Gratis

Saya masih ingat saat SMA dulu, seorang teman saya yang cukup kritis, sebut saja R, terlibat debat panjang dengan salah satu guru ekonomi tersohor yang banyak orang bilang killer. Debat ini bertunas ketika guru saya mengatakan bahwa tidak ada yang gratis di dunia ini. Well, she made her point crystal clear at that time, namun level kekritisan teman saya tak mampu membendung insting-nya untuk beradu argumen dan frontal memprotes statement guru yang selalu mampu membuat siswanya tegang selama satu jam pelajaran penuh tersebut. “Tentu ada yang gratis bu. Udara contohnya”, ujar R teman saya yang konon jagoan basket lokal. Guru saya tak banyak membalas, hanyak tertawa dan diikuti dengan pandangan skeptis tajam ke si R. Tatapannya seakan cukup mewakili bahwa opini teman saya sangat bodoh dan keukeh bahwa tak ada sesuatu yang gratis di dunia ini, termasuk pendidikan.

Pendidikan dan biaya

Pendidikan, selama satu dekade ini sangatlah overrated di Indonesia. Menjadi objek nan sakral, pendidikan menjadi salah satu objek anggaran negara yang paling disoroti hingga ia mengambil porsi seperlima dari APBN (sesuai UU No. 15 Tahun 2013). Hal ini tentunya tak lepas dari opini masal masyarakat yang berpendapat bahwa, somehow, pendidikan mampu menjadi malaikat pengiring bangsa kearah yang lebih baik. However, apart from this huge amount of budget, we’re still away from free education. Semakin tahun, biaya untuk duduk di bangku sekolah semakin meningkat. Pertanyaan mendasar, kemanakah uang ini? Korupsi lagi? I’m afraid we’re not gonna discuss more about that.

Why it costly

Sebagai teman yang baik, sewaktu SMA dulu saya sangat sependapat dengan teman saya R. There’s actually some things in this world that is still free, for instance water and air.  Tetapi, saya juga paham dengan motif di balik tatapan sinis guru ekonomi saya yang mungkin terlalu lama bergelut dengan dunia ekonomi, sehingga segala sesuatu dinilai dari sudut pandang cost atau biaya. Udara dan air yang notabene objek umum bisa jadi bernilai cuma-cuma, akan tetapi di dunia ini segala sesuatunya berkaitan satu dengan yang lainnya. Seluruh material bergerak sesuai value stream-nya masing-masing. Di dalamnya ada banyak added-value process yang tentunya membutuhkan effort lebih. Sehingga sering kali hal sesederhana itu tidak lagi dapat dipandang sebagai sesuatu yang gratis. Seperti halnya pendidikan, yang kini seakan menjadi barang langka nan mewah dan hanya dimiliki oleh orang-orang mampu belaka.

Low Cost Edu

However, semahal apapun pendidikan itu, kita harus berterima kasih dengan internet dan komunitasnya. Sepertinya dunia ini belum kehabisan orang-orang baik yang ingin berbagi. Kita dapat jumpai beragam sumber ilmu pengetahuan tersebar di internet. On a quick list, berikut adalah dua situs favorit saya.

1. Codecademy

Well, Codecademy mungkin bukan satu-satunya tempat kamu bisa belajar web dan coding di internet, namun keunggulan situs ini adalah mereka menyediakannya secara fully free! One plus side dari situs ini juga kita bisa terpacu dengan point dan streak. Pilihan materi juga beragam mulai belajar basic HTML, Javascript, Ruby, PHP, hingga Python. Tenang, belajarnya mudah karena interpreter alias web-IDE alias tempat ngoding yang disediakan cukup mudah dimengerti dan pastinya ada hint kok.

2. Coursera

Situs yang satu ini adalah salah satu MOOC (Massive Open Online Course) atau bahasa keren dari kursus online terbuka. Analoginya seperti sebuah gedung dengan kelas yang pintunya terbuka. Menariknya, kelasnya gak Cuma terbatas coding, hampir seluruh bidang mulai management, hokum, computer science, dan lainnya dicakup oleh salah satu MOOC terbesar di dunia ini. Masalah kredibilitas jangan diragukan, karena Coursera bekerja sama dengan Universitas terkemuka, dan beberapa course memiliki signature track untuk memperoleh sertifikat resmi. Menarik bukan?

Epilog

Well, pendidikan yang sepenuhnya gratis memang tidak ada dan mungkin teman saya yang notabene lulusan akuntansi ini sudah mengubah sudut pandangnya. But, it’s not the matter of whether it free or not. It’s how we build up the willingness to start to explore. Like my favorite Pixar movie quote, “Adventure is out there!”

References :
1. http://www.tribunnews.com/nasional/2013/08/29/icw-kerugian-negara-akibat-korupsi-pendidikan-terus-meningkat
2. http://kampus.okezone.com/read/2013/06/05/373/817864/anggaran-pendidikan-2013-masih-kurang

Image courtesy :
http://www.library.wisc.edu

Published by

Rama Renspandy

Professional procrastinator.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.