Kenapa Saat Imlek Selalu Hujan?

Ini adalah salah satu enigma yang terus terpelihara sejak saya kecil. Di awal tahun, sering kali asosiasi antara hujan badai dengan waktu perayaan Imlek amatlah erat. Padahal jawabannya cukup sederhana, terkait dengan penanggalan Cina, dan Masehi.

Tentu saja, ketika imlek tidak semua bagian bumi semata-mata diguyur hujan. Karena pada dasarnya, bumi dibagi menjadi tiga zona tersendiri yakni northern hemisphere, equator, dan southern hemisphere. Tiga zona tersebut tidak memiliki satu iklim yang sama. Antara northern dan southern hemisphere selalu memiliki musim yang berbeda satu sama lain, begitu pula dengan mereka yang tinggal di dekat equator. Akan tetapi, karena sebagian besar distribusi populasi masyarakat Tiongkok berada di northern hemisphere alias bumi belahan utara dan sebagian equator, maka pemahaman musim ketika tahun baru imlek juga menjadi seragam. Meski pada umumnya pareto populasi dunia memang berada di belahan bumi bagian utara. Maka sangat jarang ada asosiasi imlek dan musim gugur yang kuat dari masyarakat Australia.

Selain itu, penganggalan atau sistem kalendar Cina yang mengadopsi dan memadukan antara kalendar masehi/matahari dengan kalendar lunar juga memainkan peran penting disini. Hal ini membuat tahun baru imlek jatuh cukup konsisten di dua bulan awal kalender masehi yang notabene merupakan acuan dasar musim di seluruh dunia. Berbeda dengan tahun baru Islam yang menggunakan kalendar lunar yang apabila dikonversi ke masehi, akan mengalami pergerakan tiap bulannya (faktor selisih hari yang lebih rendah dalam setahun).

tanggal_imlek

Budaya imlek yang notabene berasal dari Tiongkok, tentu saja karena perayaan tahun baru mereka yang sering dikaitkan dengan awal musim semi. Di quarter awal tahun, juga menjadi penanda awal musim hujan bagi negara yang terbentang di equator.

So, bertanya kenapa imlek sering hujan sama seperti bertanya kenapa tahun baru selalu di Januari. Jawabannya sesederhana penanggalan kalendar dan masyarakat Tiongkok senang merayakan tahun baru dengan hujan. And while it rains, don’t forget to dance under it.

Those who had coins, enjoyed in the rain. Those who had notes, were busy looking for shelter.

Refrences:
http://ladydeeana91.blogspot.co.id/2012/04/sistem-penanggalan-china.html
http://jateng.tribunnews.com/2016/02/04/ini-asal-usul-kenapa-imlek-selalu-hujan
https://id.wikipedia.org/wiki/Kalender_suryacandra
Image credit: http://www.looptt.com/content/more-rain-way

Published by

Rama Renspandy

Professional procrastinator.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.