Everest Bukan Gunung Tertinggi

Tulisan ini adalah tulisan lama dari blog saya sebelumnya. Sekedar nostalgia ketika saya masih memiliki antusiasme menulis yang begitu besar. Informasi ini saya dapat dari sebuah buku yang entah apa namanya. Sejak SMA saya banyak berkutat dengan buku-buku trivia dan dipenuhi dengan informasi semacam ini. Pretty useless huh? So, if Everest is not the tallest mountain on Earth, which pile of rock is the one?

Tinggi

Sebelum kita melangkah lebih jauh, mari kita bahas tentang definisi tinggi terlebih dahulu. Sebenarnya, ada dua syarat suatu benda dapat dikatakan tinggi. Pertama, memiliki jarak terjauh diukur dari dasar (permukaan laut), dan yang kedua adalah, memiliki jarak terjauh dari pusat Bumi. Sementara itu, gunung Everest memenuhi syarat tinggi yang pertama. Menjulang 8.850 meter diatas permukaan laut, membuatnya objek paling tinggi di muka bumi. Namun, ia tidak memenuhi syarat tinggi yang kedua.

Other Perspective

Bumi kita ternyata tidak benar-benar bulat, tapi lebih cenderung berbentuk oval. Diameter khatulistiwa lebih besar 21 Km ketimbang diameter antar kutub. Konsekuensinya, objek yang berada disekitar garis khatulistiwa lebih dekat dengan atmosfer Bumi. Gunung Chimborazo, adalah gunung tertinggi di dunia berdasarkan syarat tinggi kedua. Gunung ini berada 1,5 derajat LS, sementara Everest lebih jauh lagi dari lengkung Bumi pada 28 derajat LU. Jadi, meskipun Gunung Chimborazo 2.540 meter lebih dekat ke permukaan laut ketimbang Everest, tetapi 2.202 meter lebih jauh dari pusat Bumi. Gunung ini menonjol lebih tinggi ke angkasa daripada Gunung Everest.

Chimborazo_Preview

Everest Tetap Hebat

Tahukah kamu? Untuk mendaki dan mencapai puncak Everest diperlukan dana sekitar US$65.000. Dan Everest bisa saja menjadi gunung yang benar-benar paing tinggi ditinjau dari kedua syarat tinggi itu. Karena Everest bertambah tinggi sekitar 5-10 mm setiap tahun ketika massa tanah India membentur Asia, mendorong Tibet menjadi lebih tinggi. Jadi, dalam waktu setengah juta tahun lagi, Everest adalah mutlak gunung tertinggi di dunia.

Epilog

Semua parameter sebenarnya relatif. Tergantung dari sudut pandang kita masing-masing. Begitupula dalam hidup. Kita sering kali merasa minder, dan malu ketika memiliki kekurangan. Padahal jika kita mau melihat dari sisi lain, kita tentu memiliki suatu kelebihan. Seperti yang terjadi pada Everest. Yang ternyata bukan tertinggi dari suatu sisi. Orang bijak berkata, ”diatas langit, masih ada langit”

Life is a matter of perspective. No matter what the weather, no matter what the situation we are in, if we have the right perspective in life, life will always be beautiful! – Joel Randymar

Reference
1. Orginal post. http://goo.gl/QgwmLH
2. Everest photo by La Chilena. http://goo.gl/lfjmhp
3. Chimborazo image source. http://goo.gl/TAjC40

Published by

Rama Renspandy

Professional procrastinator.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.