Antara Nyamuk, Peluru, dan Lampu Jalan

Ini adalah tulisan lama dari blog saya sebelumnya. Selamat menikmati.

***

Ini bukan cerita fiksi, ataupun sebuah metafora yang indah. Siapa yang gak kenal nyamuk? Serangga yang cukup populer dengan hisapan mautnya ini, memang terkenal. Manusia berlomba-lomba untuk menciptakan ‘obat’ buat mereka, bukan karena sakit. Tapi ingin dibunuh. Ironis. Lalu apa hubungannya dengan peluru dan lampu jalanan?

Yap. Sebenarnya tulisan ini tidak dibuat untuk menjelaskan korelasi antar ketiganya. Hanya saja, penulis cukup iseng (baca: kehabisan ide) untuk membuat judul postingan yang menarik. Well, dikesempatan kali ini, saya, blogger musiman yang kadang muncul kadang ngilang, mau membahas tentang tiga hal ini. Meskipun sekali lagi, tidak berhubungan (baca: gak nyambung).

Nyamuk, Manfaatnya?

Serangga imut nan menyebalkan ini sudah akrab dengan kita. Bahkan sejak bayi, hewan dengan moncong tajam ini sudah setia menghisap darah kita. Yeah, that’s suck. Padahal, nyamuk aslinya penghisap nektar bunga lho. Nyamuk membutuhkan darah untuk mendapatkan protein dari darah kita agar telur mereka bisa hidup. Yap. Yang doyan gigit kita adalah nyamuk betina.

Fakta Nyamuk

Berikut adalah sedikit tentang nyamuk :

a. Nyamuk lebih suka darah kerbau atau sapi ketimbang darah manusia. Hanya saja, karena lebih sering ketemu manusia, mereka terpaksa menghisap darah kita.
b. Nyamuk tertarik pada aroma keringat, parfum, darah yang asam, dan mengandung banyak kolesterol (LDL). Mereka punya sensor yang canggih untuk memindah tubuh kita. So, hati-hati aja.
c. Nyamuk mengeluarkan zat anti pembekuan darah setiap menghisap darah kita. Zat tersebut dikenali sebagai zat asing oleh tubuh kita. Sehingga timbul rasa gatal.

Nasibmu Nyamuk

Kalian kesel dengan nyamuk? Tenang saja. Sekumpulan peneliti dari Oxford, telah melakukan uji coba untuk menurunkan tingkat populasi nyamuk. Jadi, pada bulan Mei hingga Oktober lalu, mereka melepaskan nyamuk jantan yang telah disterilkan ke alam. Nyamuk hasil modifikasi itu tidak dapat ber-reproduksi. Hasilnya mengejutkan. Ternyata, populasi nyamuk di daerah itu menuruh hingga 80%!

Peluru

Beralih ke peluru, kita bakal ngomongin sedikit fakta tenatng benda imut ini. Tahukah kamu, sebuah peluru berkecepatan 110 km/jam dapat menembus kulit serta daging kita. Apabila kecepatannya dilipat-gandakan, maka peluru tersebut dapat menembus tulang.

Lampu Jalan

Bete gak kalo liat lampu jalan yang masih menyala di pagi hari? Padahal listrik yang digunakan kan tidak kecil. Nah, kali ini ada ide cemerlang dari peneliti di Taiwan yang berencana meletakkan nanopartikel yang dapat bercahaya di pohon-pohon di pinggir jalan. Jadi, pohon-pohon tersebut dapat bertindak layaknya lampu jalanan.

Uniknya, para peniliti ingin membuat nanopartikel berwarna emas ini bekerja se-efisien LED. Selain menghemat listrik, cahaya dari nanopartikel ini dapat membantu daun untuk tetap berfotosintesis pada malam hari. Amazing!

Epilog

Dengan sains, segalanya jadi mudah, aneh, dan unik sekaligus. Do you like science guys?

Sumber : Popsci.com

Published by

Rama Renspandy

Professional procrastinator.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.